Kolaborasi BPD DIY dan Pakualaman Lestarikan Budaya Lewat Buku Batik

25/07/2025 Admin

 

Yogyakarta (25/07/2025) – PT Bank BPD DIY menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya dengan mendukung peluncuran buku “Batik Pakualaman: Asthabrata dalam Helai Batik” yang digelar di Pendapa Kepatihan Kadipaten Pakualaman. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank BPD DIY dan Kadipaten Pakualaman dalam rangka menjaga dan mengangkat kembali nilai-nilai luhur budaya melalui warisan batik.

Acara peluncuran dihadiri oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam, Direktur Kepatuhan Dian Ari Ani dan Direktur Umum Bank BPD DIY Hudan Mulyawan. Turut hadir pula sejumlah tokoh budaya, pemerhati batik, perwakilan Forkopimda DIY, kepala OPD, serta Sedherek Dalem.

Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY, Dian Ari Ani, menyampaikan program CSR ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, UMKM, hingga pelestarian budaya. "Pengakuan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah. Melalui buku ini, kami ingin ikut menjaga dan mengembangkan seni batik sebagai bagian dari identitas budaya," ujarnya.

Dian menambahkan, kolaborasi dengan Kadipaten Pakualaman dalam penyusunan buku ini menjadi kebanggaan tersendiri karena mengangkat nilai-nilai kepemimpinan Asthabrata yang diungkapkan dalam motif batik. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi pelajar, peneliti, akademisi, pengrajin batik, hingga pelaku industri kreatif.

"Penerbitan buku ini melengkapi karya sebelumnya, Ajaran Kepemimpinan Asthabrata Kadipaten Pakualaman yang terbit tahun 2017. Semoga menjadi inspirasi generasi muda dalam memahami makna kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya," imbuhnya.

Sementara itu, GKBRAA Paku Alam mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bank BPD DIY pada pengenalan buku batik Pakualaman ini. Dalam hal ini, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan media ekspresi nilai-nilai kehidupan yang filosofis.

"Asthabrata merupakan delapan prinsip kepemimpinan yang ditransformasikan ke dalam motif batik, mencerminkan keteguhan, keluwesan, ketajaman berpikir, serta kerendahan hati," tutur Gusti Putri.

Gusti Putri menegaskan buku ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, serta diharapkan menjadi sumber inspirasi di tengah masyarakat modern."Tradisi yang hidup adalah tradisi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya," tegasnya.

Melalui peluncuran buku ini, Bank BPD DIY menunjukkan peran perbankan daerah tak hanya terbatas pada aspek ekonomi, namun juga turut serta menjaga keberlanjutan budaya sebagai aset penting bangsa. "Kami percaya budaya yang dijaga dengan sepenuh hati akan menjadi kekuatan yang menyatukan dan menginspirasi generasi mendatang," pungkas Dian. (***)